Pages

Rabu, 19 Mei 2010

Keluh Kesah Seorang Anak Manusia

Bermula dikala mentari bangkit dengan semangatnya,
Saat itu juga aku bagai tersayat sembilu,
Lagi - lagi kepakan dan kaokan burung agak itu lagi!
Membuat semua yang terkumpul menjadi berterbangan.

Kerbau - kerbau itu melakukan kembali tugasnya, melepas semua tanggung jawab!
Bagai badai datangnya!
Benci,
luka,
serta nafas yang menyesakkan,
berpadu dalam amarah yang membara!

Entah, terpadam karbit rupanya.
Tak membakar, hanya membara dalam hati.
Ingin hardik di depan para kerbau - kerbau itu!

Tapi tak sanggup!

Ingin keluar dari prodeo,
yang hanya berbuah debu.
Butiran - butiran mutiara berisi kesenduan,
jatuh dari kelopak mataku,
dengan sejuta rasa yang tak terungkapkan.

Tiada daya, masih setengah jalan!

Bisakah aku?
Dapatkah aku?
Mungkinkah aku?
Aku menjadi batu karang?
Walau letih menyelimuti.

Hari demi hari...
Jemu...
Akankah berakhir?





Kamis, 13 Mei 2010

Kisahku

Aku seperti Kancil,Yang dapat berubah menjadi serigala atau rubah.
Aku mendapat sebongkah gunung emas, lidahku selalu mengucap syukur pada-Mu.
Aku mendapat wabah, tak terasa mengucap kata syukur.
Tapi aku jemu mendengar kepakan dan suara gagak – gagak di sekitarku.
Aku membuat rencana, selalu ditepis olehnya.
Batinku tersiksa ketika para pemandu itu berkisah kebobrokan yang di dekatku.
Aku iri melihat 3 merpati.
Dengan kelembutanm sayap dengan.
Aku tahu segala sesuatu tersusun rapi oleh rabbku,
Tapi bagiku, mengapa menjadi rancu.
Aku ingin melampiaskan ini, tapi seolah tertahan dengan semua wabah.
Yang kuderita,Yang kualami,Yang kubenci,
Aku membutuhkan isyraq-Mu.
Aku merasa dalam lingkaran setan yang berujung dalam masa- masa ini.
Ya Rabb, aku ingin menjadi hamba- Mu yang ikhlas dan bersyukur...

Sabtu, 08 Mei 2010

Jumat n Sabtu n Minggu (The Series)

Pasti pada nda sabar menunggu menunggu pekabaran terbaru.

Hehe, tanggal 7 Mei jam setengah dua aku, Amal, Gilang, Vivi, Ayu, ama Radin pergi ke Samarinda, soalnya ada proyek 300 jeti (bbotee bauanget), alias Kompetisi Sains yang di selenggarakan oleh UnMul ama PERTAMINA.

Kita pergi naik mobil er es be i. pa' Untung nyetel lagu-lagu KERISPATIH (Keren buanget). Formasi: aku gilang ama ayu di belakang, bu nurhayati, amalia, vivi ama bu hayati di tengah, terus Radin menjadi asisten pa' untung di depan (soalnya "Drunken Master")

Di jalan para umat tidur, cuma pa' untung (yang nyetir). gilang, ama aku yang nda ketiduran.

Pas nyampe di SMD, kita ke "penginapan yang cerah", dengan aura keangkeran dan kejorokan yang tak terhingga, hingga kita ganti penginapan ke MAN deket nda tau apa namanya, poko'e ada warung.

Pagi hari Sabtu, 8 Mei kita sarapan nasi kuning di warung ngeleseh terus pergi ke GOR Segiri (soalnya umat dari SMD banyak betul!).

Ngerjain soal bio paket satu susah, paket dua lumayan enak. Tapi banyak yang nda di jawab.

Pulang dari GOR, Bu Hayati nda bisa pulang ke BPP sama-sama, soalnya ibunya nunggu hasil lombanya sambil ikut seminar. Radin muntah, soalnya Antimonya nyangkut di leher. Terus kita pergi ke Lembus.

Di Lembus, biasa Eye Shopping di Gramed. Banyak buku bagus, mau beli tapi udah janji ama umi nanti beli bukunya. Nanti mau beli "Mein Kampf".

Pulang ke BPP jam 7 malem, aku ketiduran di mobil sambil dengerin lagu-lagu PETERPAN (Hari yang Cerah).

Aku masuk angin di mobil, tapi untung aja bisa nahanin. Pas udah nyampe di sega, aku sakit perut, mau ***************************, jadi umi naik motornya kaya gabungan komeng ama valentino rossi. Pas udah nyampe di rumah, to the point aja, go to KM lah. Mau nonton "Apocalypse Perang Dunia II di Metro, tapi cuma tertonton dikit, jadi ketiduran. Ama mo nonton Zorro juga gitu

Pas paginya, masih sakit perut dan bangun jam 9. Lupa Majelis Taklim (yes, merdiko).

Capek ngetik, mungkin segini aje ye. Nanti aye kasitau kok pekabaran yang baru, iye!