Bermula dikala mentari bangkit dengan semangatnya,
Saat itu juga aku bagai tersayat sembilu,Lagi - lagi kepakan dan kaokan burung agak itu lagi!
Membuat semua yang terkumpul menjadi berterbangan.
Kerbau - kerbau itu melakukan kembali tugasnya, melepas semua tanggung jawab!
Bagai badai datangnya!
Benci,
luka,
serta nafas yang menyesakkan,
berpadu dalam amarah yang membara!
Entah, terpadam karbit rupanya.
Tak membakar, hanya membara dalam hati.
Ingin hardik di depan para kerbau - kerbau itu!
Tapi tak sanggup!
Ingin keluar dari prodeo,
yang hanya berbuah debu.
Butiran - butiran mutiara berisi kesenduan,
jatuh dari kelopak mataku,
dengan sejuta rasa yang tak terungkapkan.
Tiada daya, masih setengah jalan!
Bisakah aku?
Dapatkah aku?
Mungkinkah aku?
Aku menjadi batu karang?
Walau letih menyelimuti.
Hari demi hari...
Jemu...
Akankah berakhir?
Ini original hasil saia lohh..
BalasHapus